Surabaya – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk berperan aktif dalam mendukung program prioritas nasional, terutama di bidang ketahanan pangan. Ia menilai Surabaya memiliki potensi besar untuk berkontribusi melalui pemanfaatan lahan pertanian dan perikanan di kawasan Surabaya Timur, serta dengan melibatkan perguruan tinggi dalam riset dan pengembangan.
“Ketahanan pangan bukan soal menanam beras, tapi diversifikasi pangan yang lain juga bisa dilakukan seperti urban farming, dan juga menanam bahan pangan yang lain seperti tanaman semanggi yang tidak membutuhkan lahan yang luas, sehingga cocok dikembangkan di kota Surabaya,” ujarnya.
Toni juga menjelaskan bahwa kawasan konservasi di Surabaya Timur bisa dioptimalkan untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan, terutama budidaya udang dan bandeng. Ia menilai, kerja sama antara Pemkot dan perguruan tinggi sangat penting untuk melakukan riset dan penerapan teknologi modern dalam manajemen perikanan. Tahun depan, anggaran Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) yang mencapai Rp54 miliar diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendorong penelitian kampus yang relevan dengan kebutuhan kota, sekaligus menjadi dasar kebijakan bagi Wali Kota dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Beberapa waktu lalu, Toni juga menerima mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang meneliti pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas lahan perikanan di kawasan Morokrembangan.
“Penelitian tersebut akan dilombakan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) November mendatang, ini tentu membanggakan kita semua, ini bisa menjadi trigger yang diimplementasikan ke semua lahan perikanan di Kota Surabaya,” ujar Toni. Ia berharap hasil penelitian itu bisa menjadi pemicu pengembangan teknologi serupa di berbagai lahan perikanan lain di Surabaya.
Lebih lanjut, Toni menekankan pentingnya dukungan infrastruktur berupa pembangunan akses jalan menuju tambak agar distribusi hasil perikanan lebih efisien. Ia juga menilai keberadaan koperasi Merah Putih bisa dimanfaatkan sebagai jalur distribusi hasil pertanian dan perikanan di Surabaya. “Kalau pemkot serius perihal ini, saya yakin Surabaya akan dijadikan role model pemerintah pusat dalam mensukseskan program prioritas pemerintah pusat, kalau soal kebijakan pertahanan biar menjadi kewenangan pusat, daerah mendukung melalui urusan pangan warganya, kondisi dunia sedang tidak menentu, kita harus menyadari saat ini, dari pada menyesal dikemudian hari,” tegasnya.
