Gaza – Kementerian Kesehatan Gaza menerima 30 jenazah warga Palestina yang diserahkan Israel melalui Komite Internasional Palang Merah (ICRC) sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dimulai 10 Oktober 2025. Beberapa jenazah menunjukkan tanda penyiksaan jelas, seperti bekas pukulan, tangan terikat, dan mata tertutup kain, menurut pernyataan kementerian pada Kamis (23/10/2025). Penyerahan ini meningkatkan total jenazah yang dikembalikan sejak 14 Oktober menjadi 195, dengan hanya 57 yang berhasil diidentifikasi karena blokade Israel menghancurkan laboratorium forensik, memaksa keluarga mengenali melalui tanda fisik atau pakaian.
Pada hari yang sama, otoritas Gaza menggelar prosesi pemakaman untuk 54 jenazah yang dikembalikan sebelumnya, di mana sebagian besar sulit diidentifikasi akibat wajah rusak atau penyiksaan. Sebelum gencatan senjata, Israel menahan setidaknya 735 jenazah warga Palestina, sementara surat kabar Haaretz melaporkan sekitar 1.500 jenazah disimpan di pangkalan militer Sde Teiman dengan kondisi buruk. Kampanye Nasional Palestina untuk Pemulangan Jenazah Para Syuhada menyoroti praktik ini sebagai pelanggaran hak asasi.
Kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel, dimediasi pihak regional dan internasional, mencakup tahap pertama pembebasan sandera Israel dengan imbalan tahanan Palestina, penarikan pasukan, serta rencana pembangunan kembali Gaza dan pemerintahan baru tanpa Hamas. Sejak perang pecah Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 68.200 orang dan melukai 170.300 lainnya di Gaza, menurut data Kementerian Kesehatan setempat.
