Surabaya – Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengalokasikan sebagian hasil pengembalian uang korupsi ekspor CPO sebesar Rp13 triliun untuk memperkuat dana abadi pendidikan yang dikelola LPDP. Prabowo menyatakan, “Mungkin sebagian bisa kita taruh di LPDP untuk masa depan ya,” saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta. Pemerintah juga berencana menambah dana LPDP dari efisiensi anggaran dan hasil penindakan kasus korupsi lainnya.

Penyerahan dana pengembalian kasus korupsi CPO dilakukan secara simbolis oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin kepada Menteri Keuangan, yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo. Uang sebesar Rp13,255 triliun berasal dari tiga grup perusahaan yang terlibat, yaitu Wilmar Group, Musim Mas Group, dan Permata Hijau Group. Burhanuddin menjelaskan, total kerugian negara akibat korupsi ini mencapai Rp17 triliun, sementara Rp4,4 triliun masih belum dikembalikan.

Prabowo menegaskan uang dari koruptor akan sebagian besar diinvestasikan ke LPDP sebagai bagian penguatan pembiayaan pendidikan. “Uang-uang yang kita dapat dari koruptor-koruptor itu sebagian besar kita investasi di LPDP,” ujar Presiden. Langkah ini diharapkan mendukung masa depan pendidikan nasional dan membangun sumber daya manusia unggul.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *