Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan prinsip “zero defect” ala pandemi Covid-19 dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan bagi anak sekolah. Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan mereka melengkapi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan rapid test untuk bahan baku, alat sterilisasi food tray suhu tinggi, dan memastikan penggunaan air bersertifikat layak konsumsi.
Standar baru diterapkan untuk SPPG, dengan target melayani antara 2.000 sampai 3.000 anak, tergantung ada tidaknya juru masak bersertifikat. Juru masak profesional juga mendampingi SPPG baru minimal lima hari untuk memastikan kualitas masakan.
Langkah ini didasari pengalaman Jepang yang menunjukkan 90% gangguan pencernaan akibat kualitas bahan baku. BGN fokus pada pengendalian kualitas bahan makanan, kebersihan, dan kesehatan sebagai upaya pencegahan risiko keracunan dan gangguan pencernaan pada anak-anak sekolah.

