Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG di dua lokasi Cisarua setelah kasus keracunan terjadi pada ratusan siswa SMPN 1 Cisarua. Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menyatakan, “Kami sangat menyesalkan insiden ini” dan mengirim tim investigasi untuk mencari penyebab serta memastikan korban mendapat penanganan layak.

Tim investigasi menemukan kemungkinan kontaminasi silang bahan makanan, keterlambatan penghentian distribusi, serta standar higienitas yang belum terpenuhi di dapur. Ketua Tim Investigasi Karimah Muhammad mengatakan, “KLB terjadi berselang 1 hari, menandakan kemungkinan kontaminasi bahan baku terutama daging ayam atau bahan olahan yang sama.”

Korban keracunan mencapai 449 siswa dengan gejala mual, muntah, dan pusing. BGN meminta SPPG segera memperbaiki infrastruktur dan mengantongi Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi. Koordinator posko SMPN 1 Cisarua, Aep Kunaefi, melaporkan pasien sudah mendapat penanganan dari tim medis di sekolah dan puskesmas terdekat.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *