Makasar – Siswa SMA Negeri 23 Makassar harus belajar di musala dan teras saat hujan karena atap sekolah bocor parah dan bangunan terancam ambruk sejak 2021. Kepala Sekolah Syahruddin mengatakan, “Kalau hujan, siswa dan guru kehujanan. Mereka terpaksa kami pindahkan ke musala atau teras untuk belajar.”
Kondisi berbahaya membuat sekolah sering meliburkan siswa saat hujan deras, digantikan pembelajaran daring demi keselamatan. Syahruddin juga menerangkan masalah status kepemilikan gedung yang belum jelas, karena lahan milik Pemprov tapi bangunan milik Kemendikbudristek.
Siswi Asyifa Fitri Ramadani menambah, bocornya atap menyebabkan beberapa kelas kebanjiran dan pintu kelas hilang, jadi rawan kehilangan barang. Ia bilang, “Pintu kelas tidak ada, jadi rawan kehilangan barang kalau kami sedang ada kegiatan di luar kelas.” Semua berharap pemerintah cepat memperbaiki fasilitas demi keselamatan belajar.

