Sidoarjo – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi 55 jenazah korban ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo hingga Senin, 13 Oktober 2025. Dua jenazah terakhir yang teridentifikasi adalah Khafa Ahmad Maulana (15) dari Gresik dan Irham Ghifari (16) dari Sidoarjo. Proses identifikasi masih berlangsung terhadap sembilan kantong jenazah lainnya, diharapkan selesai pekan ini dengan metode DNA, medis gigi, dan properti korban.
Kombes Pol M Khusnan Marzuki, Kabiddokkes Polda Jatim, mengatakan proses ini sulit karena kondisi sampel yang kurang baik dan menegaskan semoga identifikasi selesai dengan teliti dan cepat. Seluruh bahan post mortem telah dikirim ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan. Identifikasi ini penting agar keluarga korban mendapatkan kepastian setelah musibah ambruknya musala Ponpes Al Khoziny pada 29 September 2025.
Korban yang sudah teridentifikasi berasal dari berbagai daerah seperti Surabaya, Bangkalan, dan Sidoarjo, mayoritas anak dan remaja. Berikut beberapa nama korban yang teridentifikasi: Maulana Alfan Ibrahimavic (13), Mochammad Mashudulhaq (14), Muhammad Soleh (22), hingga yang terakhir Khafa Ahmad Maulana (15) dan Irham Ghifari (16). Jumlah lengkapnya 55 orang, dan proses evakuasi serta identifikasi masih terus berlanjut.

