Surabaya – PBPI Jawa Timur memprediksi jumlah lapangan padel di Surabaya akan melonjak dari 56 lapangan di 9 venue menjadi 150 lapangan pada tahun 2026. Antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap olahraga ini didorong bukan cuma sebagai olahraga, tapi juga gaya hidup dan peluang bisnis dengan modal Rp200-300 juta per lapangan dan waktu balik modal 6-12 bulan. Banyak pengusaha mengonversi bangunan lama seperti gudang dan lapangan tenis untuk venue padel karena lebih efisien.

Ketua Humas PBPI Jatim, Ricky Bastian, menegaskan agar pelaku bisnis lapangan padel tidak menurunkan harga demi menjaga kesehatan industri. Padel kini juga jadi ajang sosialisasi dan networking sebab dimainkan berpasangan yang memungkinkan bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang baru. Harga sewa lapangan berkisar dari Rp250 ribu hingga Rp800 ribu per jam di Surabaya.

Diperkirakan tren padel di Surabaya akan terus kuat seiring bertambahnya venue dan komunitas. Dewan pengurus berharap industri dan olahraga padel bisa tumbuh berkelanjutan, sekaligus menunjang sport tourism di Jawa Timur.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *