Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap isi pertemuan mendadak di Wisma Danantara, yang fokus pada sinkronisasi kebijakan baru dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menjelaskan, “Hanya menentukan kapan pelaksanaannya, pendanaannya seperti apa, apa yang bisa dijalankan, apa yang enggak tahun ini, dan apa yang bisa dijalankan tahun depan.” Purbaya menegaskan tidak ada tambahan anggaran baru, melainkan pergeseran anggaran agar program ekonomi bisa berjalan lebih efektif.
Rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menko Airlangga Hartarto itu membahas paket kebijakan dan stimulus ekonomi terbaru, termasuk insentif “8+4+5” yang memuat berbagai program akselerasi, kelanjutan, dan penyerapan tenaga kerja. Salah satu tambahan dalam paket ini adalah bantuan Minyakita sebanyak 2 liter selama dua bulan untuk 18,3 juta keluarga penerima manfaat bersama dengan beras 10 kg per bulan. Program tersebut mencakup magang lulusan perguruan tinggi, diskon iuran JKK dan JKM bagi pekerja transportasi online, serta program padat karya.
Purbaya menilai program ini sudah “masuk kategori aman” dan siap dilaksanakan dengan penyesuaian waktu dan mekanisme pendanaan. Berbagai program penyerapan tenaga kerja juga diinisiasi, seperti operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan modernisasi kapal nelayan. Dengan koordinasi ini, pemerintah berharap stimulus ekonomi bisa lebih tepat sasaran dan efektif.
