Surabaya – Indonesia menempati posisi ketiga sebagai pencemar plastik terbesar dunia, setelah India dan Nigeria, menurut aktivis Prigi Arisandi. Ia menyerukan masyarakat untuk mengurangi produksi sampah plastik, terutama di Surabaya yang menjadi hotspot pencemaran mikroplastik di hilir Sungai Brantas.
Prigi menjelaskan sampah dari berbagai kota seperti Malang dan Batu mengalir ke Surabaya, menjadikan kota ini punya pekerjaan rumah besar dalam mengatasi masalah plastik. Ia mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang mengurangi penggunaan plastik sekali pakai seperti kresek dan sedotan.
Mikroplastik berbahaya karena bisa masuk ke tubuh dan organ vital manusia, bahkan janin dalam kandungan juga terancam. Prigi berharap warga Surabaya lebih sadar dan mengurangi sampah plastik agar kesehatan masyarakat dan generasi mendatang tetap terjaga.
