Surabaya – Polisi Jawa Timur belum menetapkan tersangka kecelakaan bus rombongan tenaga kesehatan di Probolinggo yang menewaskan delapan orang. Penentuan tersangka menunggu hasil rekonstruksi dan fakta dari olah TKP serta keterangan berbagai pihak.

Sopir bus, Albahri (57), mengalami luka retak di tangan kiri dan belum bisa memberi keterangan lengkap. Polisi memastikan sopir tidak sedang di bawah pengaruh obat-obatan dan memiliki SIM yang sesuai untuk angkut penumpang.

Pihak kepolisian sudah periksa sembilan saksi, termasuk warga dan penumpang yang menyaksikan kejadian. Penyelidikan masih berlangsung sambil menunggu hasil rekonstruksi dan konsultasi medis.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *