JAKARTA-Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi usulan adanya gerbong kereta api khusus untuk perokok. Menurut Menko AHY, fokus pemerintah berada dalam konektivitas transportasi yang lebih merata. Menko Perekonomian AHY menanggapi wacana penyediaan gerbong khusus perokok di kereta jarak jauh dengan menyatakan bahwa masih banyak hal penting lain yang perlu menjadi fokus pemerintah. Menurutnya, prioritas utama adalah memperkuat konektivitas antarwilayah dengan transportasi multimoda, baik darat, laut, udara, maupun kereta api.
Ia menekankan peta jalan transportasi harus lebih inklusif, terjangkau, dan mampu mendukung mobilitas manusia, barang, serta jasa secara efisien. AHY juga menyoroti pentingnya akses transportasi yang merata guna mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Ia mencontohkan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang diharapkan dapat mengintegrasikan hunian dan pusat kerja, sekaligus mendukung keberlanjutan dengan mengurangi emisi karbon. Menurutnya, langkah tersebut. Penting untuk mempercepat pengembangan wilayah sekaligus berkontribusi.
Pada upaya mengatasi pemanasan global. Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan komitmennya memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan sesuai aturan bagi seluruh pelanggan. KAI mengingatkan agar penumpang tidak merokok maupun vaping di area terlarang, kecuali di tempat khusus di stasiun. Selain itu, KAI juga mengimbau penumpang menggunakan fasilitas dengan bijak, termasuk colokan listrik, serta memprioritaskan tempat duduk bagi kelompok rentan. Fasilitas untuk penyandang disabilitas juga telah disiapkan, dan petugas akan siap membantu saat naik maupun turun kereta.
