JAKARTA – Ketegangan kembali meningkat di Papua setelah kelompok kriminal bersenjata (KKB) melakukan serangan brutal terhadap pendulang emas di Kabupaten Yahukimo. Dalam insiden yang terjadi antara 6 hingga 9 April 2025, KKB mengklaim telah membunuh 17 pendulang emas ilegal, dengan 11 korban tewas teridentifikasi dan dua lainnya disandera.
Juru bicara KKB, Sebby Sambom, menyatakan bahwa para pendulang emas tersebut dianggap sebagai bagian dari militer pemerintah Indonesia yang menyamar sebagai pekerja sipil. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan peringatan bagi semua pekerja tambang ilegal di Papua untuk segera meninggalkan wilayah tersebut.
Aparat keamanan telah melakukan evakuasi terhadap jasad-jasad korban dari berbagai lokasi di Yahukimo. Kapolda Papua, Irjen Patrige Renwaring, mengonfirmasi bahwa 11 jenazah telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk identifikasi. Sementara itu, tim Satgas Operasi Damai Cartenz dikerahkan untuk memburu pelaku dan memastikan keamanan di wilayah tersebut

