JAKARTA – PBNU memprediksi bahwa 1 Syawal 1446 H berpotensi jatuh pada hari yang sama dengan Muhammadiyah dan seluruh umat Muslim di Indonesia. Ketua Lembaga Falakiyah PBNU, Sirril Wafa, menyebutkan bahwa posisi hilal yang masih di bawah ufuk bisa membuat penetapan awal Syawal seragam. Meski belum ada keputusan resmi, pemantauan hilal akan menjadi acuan utama.
Penetapan 1 Syawal oleh PBNU menggunakan metode rukyatul hilal, yaitu pemantauan langsung hilal di berbagai daerah. Jika hasilnya seragam, maka Idulfitri kemungkinan besar dirayakan serentak oleh seluruh umat Muslim Indonesia. Ini mencerminkan kesatuan dalam penentuan hari raya.
Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf, optimistis Lebaran akan berlangsung bersamaan, meski keputusan final menunggu pemantauan hilal lebih lanjut. Sebelumnya, Kemenag telah menetapkan awal puasa pada Sabtu, 1 Maret 2025, melalui Sidang Isbat dengan metode hisab dan rukyat. Keputusan resmi Idulfitri akan ditetapkan setelah pemantauan hilal mendekati akhir Ramadan.
+ There are no comments
Add yours