JAKARTA – Dewan Pembina Partai Gerindra, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengingatkan para menteri agar lebih cermat dalam berbicara soal efisiensi anggaran, terutama yang berkaitan dengan beasiswa, pendidikan, dan gaji honorer. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto sudah menegaskan bahwa efisiensi hanya berlaku untuk anggaran yang tidak tepat sasaran dan tidak boleh mengganggu pelayanan publik maupun pengembangan SDM. Pernyataan ini merespons pernyataan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro yang menyebut efisiensi anggaran bisa memicu kenaikan uang kuliah.
Dalam rapat dengan Komisi X DPR RI, Satryo menjelaskan bahwa Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) tahun 2025 mengalami pemotongan sebesar Rp3 triliun dari pagu awal Rp6,018 triliun. Pemotongan serupa juga terjadi pada bantuan pendanaan bagi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Dengan pengurangan anggaran yang mencapai 50 persen, ia khawatir perguruan tinggi akan terpaksa menaikkan uang kuliah. Hal ini pun menjadi perhatian publik, mengingat pendidikan adalah sektor penting yang menyangkut masa depan banyak orang.
+ There are no comments
Add yours