JAKARTA – KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan resmi memberlakukan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025 pada 1 Februari. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan frekuensi perjalanan, kecepatan kereta, dan membuka rute baru. Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa jumlah perjalanan kereta meningkat 8 persen menjadi 246 perjalanan per hari, sementara kapasitas angkut penumpang naik 14 persen menjadi 132.680 tempat duduk per hari.
Selain peningkatan layanan penumpang, kapasitas angkut barang juga bertambah di Sumatera Selatan dengan adanya tambahan 28 perjalanan KA barang. Khususnya di Divre III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang, perjalanan baru ini bertujuan memperlancar distribusi logistik nasional, terutama batu bara untuk pembangkit listrik di Jawa dan Bali. Pengurangan waktu tempuh juga menjadi keunggulan utama Gapeka 2025, seperti KA Argo Bromo Anggrek yang kini hanya membutuhkan 7 jam 45 menit untuk perjalanan Surabaya–Jakarta.
Sebagai bagian dari pelayanan publik, KAI dan DJKA tetap menyediakan 13 kereta subsidi atau Public Service Obligation (PSO) dengan tarif terjangkau. Beberapa di antaranya adalah KA Kahuripan, KA Bengawan, dan KA Sri Tanjung. Implementasi Gapeka 2025 juga didukung oleh pengembangan infrastruktur, seperti jalur ganda, sistem persinyalan baru, dan stasiun tambahan. Dengan kebijakan ini, KAI berharap dapat meningkatkan efisiensi transportasi, mengurangi emisi karbon, dan memberikan layanan yang lebih baik bagi masyarakat.
+ There are no comments
Add yours