JAKARTA – Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, mengkritik kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memangkas anggaran perjalanan dinas pemerintah hingga Rp20 triliun, yang menurutnya bisa berdampak buruk bagi perekonomian daerah, terutama sektor perhotelan dan restoran yang mengandalkan kegiatan perjalanan dinas sebagai sumber pendapatan utama (40 persen dari pangsa pasar jasa akomodasi).
Hariyadi khawatir bahwa pengurangan tersebut, yang juga mencakup sektor UMKM dan pemasok seperti petani dan nelayan, akan menurunkan pertumbuhan ekonomi daerah, mengingat sektor ini merupakan penyumbang besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan serupa yang diterapkan pada era Presiden Jokowi dibatalkan karena terbukti tidak efisien.
Sementara itu, Prabowo berpendapat bahwa pemangkasan anggaran perjalanan dinas ini akan menghemat dana yang bisa dialokasikan untuk program strategis, seperti perbaikan gedung sekolah yang rusak, dengan penghematan lebih dari Rp20 triliun.
+ There are no comments
Add yours