JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengecam importir singkong yang lebih memilih produk luar negeri daripada mendukung petani lokal. Menurutnya, tindakan ini merugikan petani Indonesia dan mengancam kedaulatan pangan. Pernyataan ini disampaikan pada Jumat (24/1) usai ribuan petani singkong di Lampung menggelar aksi protes terhadap pabrik pengolahan tapioka yang membeli singkong dengan harga di bawah Surat Keputusan Bersama (SKB), yakni Rp1.400 per kilogram.
Protes tersebut terjadi akibat rendahnya harga singkong lokal yang disinyalir dipengaruhi oleh masuknya impor tapioka. Amran menegaskan pemerintah akan memanggil para importir dan pelaku industri untuk mencari solusi yang adil bagi petani. Ia meminta semua pihak untuk tidak merugikan petani lokal demi keuntungan pribadi.
Amran juga menekankan bahwa pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto berkomitmen melindungi petani kecil dan memastikan kesejahteraan mereka. Ia menyebut tindakan mengutamakan produk impor daripada lokal sebagai bentuk pengkhianatan terhadap bangsa, serta meminta para importir menunjukkan rasa patriotisme dengan mendukung produk dalam negeri.
+ There are no comments
Add yours