BANDUNG – Firman, seorang guru honorer di SMK 2 LPPM RI Majalaya, Kabupaten Bandung, menjalani kehidupan yang penuh tantangan dengan bekerja sebagai pengajar dan juru parkir. Sejak 2011, ia mengajar mata pelajaran olahraga di sekolah, dimulai dari menjadi pelatih ekstrakurikuler futsal. Keterbatasan pendapatan sebagai guru honorer mendorongnya mencari sumber penghasilan tambahan. Setelah mencoba berbagai pekerjaan, ia akhirnya menjadi juru parkir di Jalan ABC, Kota Bandung, yang dikelola oleh Dinas Perhubungan.

Sebagai juru parkir, Firman berjuang mengatur kendaraan dari siang hingga malam, dengan aktivitas fisik yang cukup berat, seperti memindahkan motor dan membantu pengunjung. Berkat latar belakangnya sebagai mantan atlet sepak bola, ia mampu menghadapi tuntutan fisik pekerjaan tersebut, meskipun awalnya sempat merasa kelelahan. Firman menjaga sikap profesional dengan penampilan rapi dan selalu bersikap ramah, berusaha mengubah pandangan negatif terhadap profesi juru parkir.

Kedua pekerjaan ini dijalani Firman dengan dedikasi dan kebanggaan, meskipun terkadang bertemu dengan murid atau rekan guru saat bekerja di jalan. Ia tetap teguh menjalani profesinya karena mampu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk istri dan dua anaknya. Selama pekerjaannya membawa rezeki yang halal dan memberikan kehidupan yang layak, Firman berkomitmen untuk terus melakukannya dengan sepenuh hati.

Bagikan:

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours